Pengikut

bila tangan & jemari telah terkulai lemah

Author: satrio /

Adalah saatnya aku sampaikan kepadamu
moga kau bisa mengingatnya kembali diantara waktu yang kian menipis ini.

De...
Betapa aku ingin menjadikan dirimu sebagai sosok diri yang punya arti, utuh sebagai figur putri yang tepat pada tempatnya dan terhargai.
Sebagai sosok yang mandiri, yang faham betul serta siap akan warna kehidupan.

De..., Telah kuajarkan banyak hal diantara waktu
yang pendek ini, semuanya adalah untuk kebaikan dirimu, untuk bangkitkan kepercayaan diri yang pernah terpuruk dan itu dalam sekali.

Kesemuanya ihlas ...,
Karena
sayangku kepadamu, adalah tak bertepi.
Kesemuanya kuberikan agar kau mampu bangkit dan yakin benar akan diri dan potensi mu.

Dan ingin kutunjukkan kepada semua mata yang memandangmu, yang mengenalmu bahwa selama ini dirimu tidaklah seperti itu (walao engkau dahulu pernah keliru, oleh beberapa hal karena ketidak tahuanmu dan kau jadikan sebagai pilihanmu).

Hmm...,
Kalaupun selama ini kau anggap aku terlampau riuh masuk dalam dirimu
itu karena sayangku ... dan juga engkau adalah bagian hidupku, mohon maaf atas hal ini.

Bila aku pernah ada didepanmu ...
adalah untuk memimpinmu serta peluk dan lindungi dirimu dari masalah yang akan tiba dan tidak kau tahu, dan biarlah aku yang terluka akan itu.

Bila aku ada disampingmu
dan pegang lembut jemarimu ....,
adalah untuk berikan arahan juga bimbingan untuk temani harimu terlebih saat kau suntuk, resah, atau kala haru biru bathinmu dengan seluruh problem hari juga cintamu

B
ila aku pernah ada dibelakangmu....
Adalah untu
k berikan support pengertian hidup, pekerjaanmu, hal keluargamu atau juga warna cintamu serta masukan upaya pemecahaan suatu masalah yang belum kamu tahu atau tidak kamu tahu solusinya.
Ade...,
Bila semua kini tampak terkikis
Moga engkau masih mau mengingat hal yang pernah kuajarkan kepadamu.
Tentang bicara keterbukan, sikap toleransi, saling memahami, tidak ego, atau sikapi diri yang acuh karena emosi karena galau fikir hati.

Kumohon ya De... Ini untuk kebaikan dirimu
dan sekali maaf tak ada niatan aku menggururi dirimu, karena aku pun masih harus terus belajar dan belajar untuk ini .Kau tahu khan seperti apa buruknya aku, tugasku hanya ingatkan dirimu, itu saja.

Moga saja, engkau masih mau mengingat bagaimana yang kuajarkan kepadamu untuk mau mendengar orang lain, menghargai orang lain dan tidak semena mena karena ketidak cocokkan hasrat hati, tidak mau tahu perasaan orang laen entah itu di kerjaan, lingkungan, teman atau sikap kita kepada keluarga, adik, kakak juga mama tercintamu.

Dan kini Jemari tangan ini telah terkulai lemah dan terikat
tak lagi tahu harus berbuat apa dan bagaimana.

Semoga engkau bisa memahami ini semua, terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar

terkadang ada hal yang tak bisa kita mengerti dalam hidup ini, begitu sulitnya menerima keadaan yang mengharu biru. Rasanya pada saat itulah kita harus sadari bahwa hidup ini ada yang mengatur dan berkuasa dan dialah Allah sang pemilik kehidupan yang berkuasa atas tiap-tiap yang bernyawa juga pada kehidupan alam dan seluruh miliaran galaxy di jagat alam raya ini.