aku terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, begitu juga dengan teman temanku.Ayah pernah cerita kepadaku, saat aku kelas 3 SD
" ... Nak... yang Ayah punya sedikit, tak banyak
bahkan bisa dikatakan tak ada.
Ayah hanya bisa tinggalkan amanah buatmu
punyailah kemandirian, kejujuran dan sikapi hidupmu dengan kesederhanaan ..."
Sejak saat itu aku berusaha cukupi sendiri kebutuhanku,
mulai dari buku pelajaran dari hasil jualan kertas semen atau koran atau hasil memungut sisa panen padi atau kacang ijo sawah milik orang laen.
mulai dari buku pelajaran dari hasil jualan kertas semen atau koran atau hasil memungut sisa panen padi atau kacang ijo sawah milik orang laen.
Mengingat masa kecil dulu, aku sering dibilang Ibu "...anak ayam..."
entahlah aku ga ngerti maksudnya apa, mungkin karena badungku yang ga pernah pulang ga' disiplin sebagaimana adik atau kakakku yang semuanya tertib pulang rumahnya.
Kakak dan Adik tidurnya sekamar, sedang aku lebih sering tidur di ruang tamu
sering juga aku kehabisan lauk makan karena ga tertibnya aku pulang saat jam makan
aku lebih sering mancing atau cari jamur atau apalah yang bisa kujadikan lauk, dengan begitu aku lebih enjoy juga mandiri, jadi bisa belajar masak tanpa dibantu Ibu.
Ini yang selalu kuingat saat dulu, dimana lauk makan abis
aku ga pernah protes karena itu memang salahku, karena keasyikan maen...
ueeenaaakk....tenan campur sambel bawang kesukaanku.
Hmm... mengingat masa kecil adalah penuh warna
Daerah mana pun udah hampir pernah kujelajahi terlebih saat aku libur sekolah
hunting anggrek hutan, mengenal gunung, mengenal petani atau tidur bersama mereka ikutan bakar batu bata.... jadi kangern aku sama aroma bakaran sekam itu.
Bila kusampaikan ini pada Ibu sekarang, tentu beliau akan tersenyum, nak.... aku selalu sayang pada dirimu (begitu juga aku Ibu).
3 komentar:
itu cilikanmu to mas???hehhee
iya de...ya kayak gitu 'bludusan' ga keruan sering ga keduman sego....mulakno kuru sa' umur umur hi hi hi
Membaca perjalananmu masa kecil, aku jadi ingat...
Laskar pelangi, ayo jalannn..... Kalo nak mo pinter, rajin rajinlah belajar..
Dan sang kepala sekolah pun berpesan,
Nak, banyak lah memberi, banyak lah memberi
Posting Komentar
terkadang ada hal yang tak bisa kita mengerti dalam hidup ini, begitu sulitnya menerima keadaan yang mengharu biru. Rasanya pada saat itulah kita harus sadari bahwa hidup ini ada yang mengatur dan berkuasa dan dialah Allah sang pemilik kehidupan yang berkuasa atas tiap-tiap yang bernyawa juga pada kehidupan alam dan seluruh miliaran galaxy di jagat alam raya ini.